,

Guardiola memang dikenal sebagai pelatih jempolan sejak eranya di Barcelona

Guardiola memang dikenal sebagai pelatih jempolan sejak eranya di Barcelona

Guardiola memang dikenal sebagai pelatih jempolan sejak eranya di Barcelona. Kemunculannya di tim utama pada 2008 langsung mengejutkan banyak orang ketika dia membawa Los Cules meraih treble di musim perdananya.

Sembilan tahun jadi pelatih, Pep Guardiola terhitung boros saat membeli pemain. Total belanjanya nyaris mencapai 1 miliar euro atau sekitar Rp 15,4 triliun!

Minim pengalaman melatih, Guardiola dianggap sukses dengan sepakbola tiki-taka serta kebijakannya memakai pemain binaan La Masia. Sebut saja nama-nama seperti Pedro Rodriguez, Sergio Busquets, Gerard Pique, Andres Iniesta, dan tentunya Lionel Messi.

Mereka semua jadi tulang punggung tim di era Guardiola. Plus beberapa lulusan La Masia lain seperti Thiago Alcantara, Bojan Krkic, Gerard Deulofeu Sergi Roberto, dan lainnya, yang sempat diroketkan pelatih berkepala plontos itu.

Itu pula yang dilanjutkan Guardiola saat menjadi pelatih Bayern Munich dan kini di Manchester City. Kedua klub itu memilih Guardiola selain karena pencapaiannya sebagai manajer, tapi juga kemampuannya mengorbitkan pemain muda.

Tapi jangan salah kalau Guardiola pun tak mengharamkan yang namanya belanja pemain bintang. Justru Guardiola kecenderungan memanfaatkan kekayaan klub-klub yang pernah dilatihnya.

Di musim pertamanya melatih Barca tahun 2008, Guardiola menghabiskan 96 juta euro atau sekitar Rp 1,4 T dengan Dani Alves sebagai salah satu pembelian termahalnya. Lalu berlanjut ke musim berikutnya dengan total belanja 113 juta euro, lalu 72,5 juta euro, dan 60 juta euro di musim terakhirnya.

Berlanjut di Bayern Munich pada tahun 2013, Guardiola membuat klub Jerman itu keluar duit 62 juta euro di musim perdananya. Laju belanja Guardiola di Bayern boleh dikatakan dapat direm mengingat Bayern enggan mengeluarkan uang berlebihan untuk transfer.

Di musim keduanya, Guardiola bahkan cuma mengeluarkan 53,4 juta euro dan 66,5 juta euro. Barulah di Manchester City, Guardiola seperti “kesetanan” karena mengeluarkan dana transfer yang begitu besar.

Pada musim 2016/2017 yang merupakan tahun pertamanya jadi manajer City, Guardiola mengeluarkan 213 juta euro. Di musim panas ini, 240 juta euro (Rp 3,7 T) dihabiskan meski bursa transfer baru ditutup 31 Agustus mendatang!

Total 240 juta euro itu cuma kalah dari Real Madrid yang menghabiskan 250 juta euro di musim 2009/2010 saat mendatangkan Kaka serta Cristiano Ronaldo. Itu masih akan bertambah mengingat Guardiola masih mengincar beberapa pemain lagi.

Jumlah yang begitu besar mengingat rata-rata per musim sejak debutnya sebagai pelatih, Guardiola menghabiskan sekitar 110 juta euro atau lebih dari Rp 1 triliun. Dari total belanja sekitar 998,4 juta euro itu, sebagian besar dihabiskan Guardiola justru untuk membeli para pemain belakang/kiper.

Ada 436 juta euro (Rp 6,7 T) dikeluarkan untuk memboyong personil lini pertahanan baik itu bek maupun kiper. Untuk bek, ada Benjamin Mendy (57 juta euro), Kyle Walker (55,6 juta euro), dan John Stones (51 juta euro) yang diboyong dalam setahun terakhir. Di sektor kiper, Ederson yang didatangkan City dari Benfica musim panas ini menghabiskan dana 40 juta euro.

Padahal untuk membeli penyerang, City “cuma” menghabiskan sekitar 382 juta euro dan sektor gelandang sebagai elemen utama gaya mainnya, Guardiola bahkan hanya mengeluarkan 180 juta euro.

Meski demikian, pembelian termahal Guardiola masih atas nama Zlatan Ibrahimovic dengan banderol 69,5 juta euro saat diboyong Barca dari Inter Milan pada musim panas 2009. Itu juga belum menyertakan nilai jual Samuel Eto’o dalam paket pembelian Ibrahimovic. Demikian dikutip dari Marca.

Jadi menurut Anda, Guardiola itu jago dari sononya atau terbantu para pemainnya?

Guardiola memang dikenal sebagai pelatih jempolan sejak eranya di Barcelona

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply